BP Rem Buyback, Pasar Eropa Ikut Tertahan
Saham-saham Eropa bergerak lesu di awal perdagangan hari Selasa (10/2), karena investor lagi “mencerna” laporan kinerja emiten buat lihat sekuat apa ekonomi kawasan tersebut. Sentimen juga ketahan setelah BP melemah, usai raksasa energi itu memutuskan menghentikan program buyback sahamnya.
Di saat yang sama, Stoxx Europe 600 cenderung datar. Sektor perawatan pribadi dan kimia tampil lebih kuat, sementara energi dan asuransi jadi pemberat—kebanyakan karena pasar lagi hati-hati soal arah laba dan permintaan ke depan.
Yang bikin suasana agak “hidup” datang dari sektor mewah. Kering sempat melonjak tajam setelah penjualan di unit utamanya, Gucci, ternyata lebih oke dari perkiraan. Efeknya menular: beberapa saham luxury Eropa ikut terdorong, jadi kenaikan terbesar sejak beberapa bulan terakhir.
Meski hari ini cenderung adem, indeks acuan Eropa masih dekat area puncak karena pelaku pasar masih cukup yakin dengan narasi pertumbuhan. Eropa juga relatif “lebih aman” dibanding AS karena bobot saham teknologi tidak sebesar Wall Street—jadi ketika pasar mulai ragu soal tema AI, Eropa terlihat lebih stabil.
Fokus berikutnya sekarang pindah ke musim laporan keuangan, terutama untuk baca kondisi konsumen dan dampak euro yang menguat terhadap pendapatan perusahaan. Sejauh ini, laba emiten Eropa yang masuk perhitungan MSCI Europe tercatat tumbuh tipis, dan sedikit di atas ekspektasi.
Di saham individu, Philips menguat setelah manajemen menyebut permintaan yang solid membantu meredam tekanan tarif. Sebaliknya, Standard Chartered melemah setelah CFO Diego De Giorgi mundur secara mendadak—isu pergantian pucuk manajemen biasanya langsung bikin pasar “pasang rem” dulu. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id