Bursa Asia Cetak Rekor, Emas Malah Turun
Saham-saham Asia lanjut ngegas pada Selasa, dipimpin Jepang yang lagi “banjir sentimen” pasca kemenangan pemilu. Nikkei 225 naik lebih dari 1% dan cetak rekor baru, sementara Korea Selatan dan Australia juga dibuka menguat. Dorongan ini ikut ngangkat MSCI Asia Pacific ke level tertinggi sepanjang masa.
Penguatan Asia kebawa angin dari Wall Street. S&P 500 menutup perdagangan Senin mendekati rekor setelah saham-saham teknologi yang sempat dihajar minggu lalu mulai bangkit lagi. Kekhawatiran soal belanja AI yang sempat bikin tech sale-off mulai reda—setidaknya untuk sementara—dan pasar pun masuk mode “risk-on”.
Di sisi lain, logam mulia justru melemah. Emas dan perak turun di awal perdagangan karena trader ambil untung di pasar yang masih labil setelah kejatuhan besar sebelumnya. Intinya: saham lagi diserbu, sementara safe-haven ditinggal dulu.
Fokus pasar minggu ini pindah ke data AS yang padat: retail sales, lalu dua yang paling ditunggu—jobs report (Rabu) dan inflasi/CPI (Jumat). Payrolls Januari diperkirakan naik sekitar 69 ribu, pengangguran diprediksi tetap di 4,4%, plus ada revisi data historis yang bisa bikin pasar kaget kalau pemangkasan angka payroll ternyata besar.
Data-data itu bakal jadi penentu arah ekspektasi suku bunga The Fed. Pasar saat ini cenderung menilai suku bunga bakal ditahan dulu bulan depan, tapi ruang “rate cut” tahun ini tetap dibicarakan kalau inflasi terus turun dan pasar kerja nggak memanas lagi. Jadi, rally saham bisa lanjut… atau malah dites ulang, tergantung hasil data.(asd)
Sumber: Newsmaker.id