Setelah Rebound Tajam, Bursa AS Kembali Melemah
Wall Street dibuka melemah pada Senin (9/2), seolah “ngambil napas” setelah pekan yang naik-turun dan ditutup dengan momen bersejarah: Dow akhirnya tembus dan bertahan di atas 50.000. Tapi euforia itu nggak langsung lanjut—pasar memilih wait and see jelang rilis data ekonomi penting dan gelombang laporan pendapatan berikutnya.
Di awal perdagangan, Dow turun tipis, S&P 500 ikut melemah, dan Nasdaq paling tertekan. Pergerakannya nggak besar, tapi cukup nunjukin investor lagi hati-hati: bukan panik, lebih ke mode “jangan keburu pasang posisi.”
Di papan saham, Oracle jadi salah satu bintang—menguat setelah dapat upgrade rekomendasi dari D.A. Davidson. Optimisme seputar ekosistem OpenAI dan perusahaan-perusahaan yang dianggap diuntungkan ikut jadi alasan pasar melirik Oracle. Namun di sisi lain, sebagian saham chip dan teknologi lain masih berat, jadi penguatan tidak merata.
Latar belakangnya masih sama: pekan lalu pasar sempat jatuh dalam karena aksi jual di teknologi, terutama saham software, sebelum akhirnya memantul lagi di Jumat. Perubahan mood itu juga sempat terasa di aset lain seperti kripto—Bitcoin sempat anjlok, lalu bangkit, mencerminkan pasar yang gampang berubah dari risk-off ke risk-on hanya dalam hitungan jam.
Jumat kemarin, Dow melonjak besar hingga mencetak penutupan di atas 50.000, disusul reli di S&P 500 dan Nasdaq. Bahkan ETF sektor software (IGV) sempat mencatat lonjakan harian yang kuat setelah lama tertekan. Tapi Senin ini pasar seperti bilang: “tenang dulu”—rebound sudah terjadi, sekarang investor nunggu bukti lanjutan dari data ekonomi dan laba emiten. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id