Wall Street Makin Loyo: Rotasi dari Tech/Chip Makin Kenceng
Bursa saham AS lanjut melemah. S&P 500 turun 0,7% setelah sempat mengetes area rekor intraday, Nasdaq 100 terkoreksi lebih dalam 1,4%, sementara Dow Jones turun 0,3%. Tekanan utamanya datang dari “re-pricing” valuasi tech dan semikonduktor yang dinilai sudah terlalu stretched, memicu rotasi yang makin lebar ke sektor lain.
Aksi jual terkonsentrasi di nama-nama perusahaan AI dan chip. Nvidia turun 2,8%, Broadcom melemah 3,3%, Micron Technology drop 4,2%, dan KLA Corporation turun 3,9%. Pemicu sentimen: pasar kembali ragu soal skala dan timing belanja besar untuk investasi AI.
Tekanan juga diperkuat oleh backdrop yield AS yang lebih “firm”—khususnya di tenor panjang. Yield yang naik bikin discount rate ikut naik, dan itu biasanya jadi “beban” untuk saham growth berdurasi panjang (tech), sekaligus mempercepat aksi ambil untung setelah reli besar di Januari.
Dari sisi laporan kinerja, volatilitas makin panas: Intuit anjlok 10,9% dan PayPal terjun 20,3% usai rilis hasil dan perubahan manajemen. Sebaliknya, Palantir Technologies naik 6,8% karena outlook yang lebih kuat. Di sektor farmasi, hasil Merck & Co. mengangkat sahamnya 2,2%, bikin pharma jadi salah satu titik terang di tengah risk-off tech.(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com