Saham Eropa Tergelincir: Sektor Tambang & Minyak Jadi Beban
Saham-saham Eropa membuka pekan di zona merah, terseret kombinasi sentimen global yang lagi “nggak enak”: kekhawatiran soal arah investasi kecerdasan buatan dan volatilitas ekstrem logam mulia yang bikin pelaku pasar cepat masuk mode defensif.
Indeks pan-Eropa STOXX Europe 600 turun 0,7% tak lama setelah pembukaan sesi hari Senin (2/2). Pergerakan sektoral cenderung tidak kompak, tapi tekanan paling terasa datang dari sektor komoditas: saham pertambangan memimpin penurunan sekitar 3%, disusul sektor minyak yang turun 2,3%.
Tekanan juga merata ke bursa-bursa utama. FTSE 100, DAX, dan CAC 40 sama-sama dibuka melemah lebih dari 0,5%—tanda risk appetite belum pulih di awal sesi.
Yang bikin sentimen makin berat, koreksi Eropa hari Senin ini terjadi seiring pola serupa di pasar global. Artinya bukan isu lokal Eropa doang, tapi lebih ke “gelombang” risk-off yang menyapu lintas aset dan lintas kawasan.
Di Asia-Pasifik semalam, pasar sudah lebih dulu melemah, dengan indeks acuan Korea Selatan memimpin penurunan. Investor masih memantau pergerakan emas dan perak setelah penurunan tajam pada Jumat, yang memicu kekhawatiran bahwa volatilitas bisa merembet ke aset lain—dan itu biasanya bikin manajer dana memilih mengurangi eksposur risiko.
Sementara dari AS, kontrak berjangka saham ikut turun pada Minggu malam, ketika pelaku pasar juga menyorot pergerakan Bitcoin setelah aksi jual di akhir pekan. Kombinasi “logam mulia bergejolak + kekhawatiran AI + risk-off lintas aset” membuat pembukaan Eropa kali ini terasa lebih berat dari biasanya—pasar seperti menunggu katalis baru untuk bisa stabil lagi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id