Tech Kena Tekan, Wall Street Merosot: Risk-Off Balik Lagi
Saham-saham AS melemah pada Jumat (30/1), dengan tekanan terbesar datang dari sektor teknologi yang masih “loyo”. Meski pasar cenderung menerima pilihan Presiden Donald Trump yang menunjuk Kevin Warsh sebagai calon pemimpin The Fed, sentimen risk-on tetap ketahan—membuat pergerakan indeks makin rapuh di akhir sesi.
S&P 500 turun 0,5%, sementara Dow Jones terkoreksi 241 poin atau 0,5%. Keduanya sempat turun lebih dalam—lebih dari 1% di titik terendah sesi—menunjukkan pasar masih gampang goyah. Namun secara besar, S&P 500 masih berpeluang menutup Januari dengan kenaikan, meskipun bulan ini diwarnai perdagangan yang “bergelombang”.
Pukulan paling keras ada di Nasdaq. Indeks yang didominasi saham teknologi ini jatuh 1,2%, menegaskan bahwa investor masih hati-hati pada sektor growth di tengah perubahan ekspektasi kebijakan dan volatilitas pasar yang tinggi.
Soal Warsh, pasar melihatnya sebagai sosok yang bisa meredakan kekhawatiran soal independensi The Fed. Track record-nya sebagai mantan gubernur Fed dan reputasinya yang tegas terhadap inflasi membuat investor menilai ia tidak akan sekadar “mengikuti arahan” presiden. Walau Warsh mungkin mendorong penurunan suku bunga dalam jangka pendek sesuai harapan Trump, pelaku pasar percaya ia tetap akan menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
Reaksi pasar uang menguatkan narasi itu: dolar AS menguat, sementara imbal hasil Treasury relatif stabil. Kombinasi ini mengisyaratkan investor cukup “nyaman” dengan pilihan Warsh—meski di pasar saham, terutama teknologi, mode defensif masih dominan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id