Rally Eropa Patah: Microsoft Tergelincir, SAP Kehilangan $45 Miliar
Saham-saham Eropa balik arah dan menutup perdagangan dengan melemah, setelah sentimen global ikut goyah menyusul hasil Microsoft yang memicu keraguan baru soal seberapa cepat belanja besar AI bisa berubah jadi keuntungan. Di saat yang sama, SAP jadi pusat perhatian di Eropa setelah laporan backlog cloud-nya mengecewakan dan membuat pasar “menghukum” sahamnya.
Stoxx Europe 600 ditutup turun 0,2% pada Kamis (29/1), padahal sempat menguat hingga 0,8% di awal sesi. Sektor teknologi jadi pemberat utama, sementara energi relatif lebih kuat seiring dukungan dari pergerakan komoditas.
Tekanan datang dari dua arah. Di AS, Microsoft anjlok sekitar 12% setelah pasar menilai pengeluaran rekor dan melambatnya pertumbuhan bisnis cloud bisa berarti “panen” dari investasi AI butuh waktu lebih panjang dari ekspektasi. Di Eropa, SAP tergelincir sekitar 16% dan disebut kehilangan sekitar $45 miliar kapitalisasi pasar, setelah backlog cloud yang diumumkan dianggap tidak sesuai harapan.
Di saham individual lainnya, Nokia turun 9,4% karena laba disesuaikan kuartal IV melemah sekitar 3% dari tahun lalu. Sebaliknya, ABB melesat 8,5% setelah perusahaan Swiss itu memberi sinyal profitabilitas yang lebih tinggi tahun ini di tengah boom pusat data, sekaligus mengumumkan program buyback saham senilai $2 miliar.
Pasar juga makin sensitif karena indeks acuan Eropa sudah mundur dari rekor awal Januari. Polanya jelas: musim laporan keuangan kali ini “kejam”—perusahaan yang meleset dari ekspektasi langsung kena penalti. Analisis Bloomberg Intelligence menunjukkan saham emiten yang gagal memenuhi ekspektasi (atau memberi panduan 2026 yang mengecewakan) cenderung tertinggal dari Stoxx 600 dengan median sekitar 6,5 poin persentase pada sesi berikutnya, sementara emiten yang menaikkan panduan rata-rata tampil lebih baik sekitar 3,8 poin. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id