ADP Meleset, Pasar AS Siap-Siap Jelang Data Besar
Saham AS bergerak mendatar di awal perdagangan Rabu (7/1) saat investor menimbang peta risiko yang berubah dan melakukan penyesuaian portofolio awal tahun. S&P 500 baru saja mencetak rekor penutupan pada Selasa, sehingga ruang naik cenderung tertahan sementara pasar “mengukur ulang” sentimen.
Di sisi lain, obligasi AS reli setelah data ADP menunjukkan perekrutan sektor swasta pada Desember naik 41.000—lebih rendah dari ekspektasi Reuters 47.000—menggambarkan momentum tenaga kerja yang melambat menuju 2026. Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun sekitar 4–5 bps ke area 4,12%–4,13%, dan penurunan yield juga terlihat di sebagian Eropa.
Di level sektor, saham-saham energi tertentu menonjol setelah komentar terkait Venezuela memicu spekulasi soal aliran crude ke AS. Kabar ini sempat mendongkrak minat pada saham-saham terkait refining, termasuk Valero, di tengah volatilitas harga minyak.
Secara besar, pasar masih ditopang narasi laba perusahaan yang solid dan inflasi yang relatif terkendali, yang membuka ruang bagi The Fed untuk tetap fleksibel pada 2026. Namun investor juga sadar bahwa latar geopolitik makin bising (Venezuela, tensi Asia), sehingga reaksi market cenderung selektif dan cepat “balik fokus” ke data.
Setelah ADP, perhatian beralih ke dua rilis yang bisa menggerakkan dolar, yield, dan saham: JOLTS Job Openings serta ISM Services. Kombinasi data ini akan jadi “pemanasan” terakhir sebelum Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat—penentu utama apakah pasar makin percaya peluang pemangkasan suku bunga, atau justru harus mengurangi ekspektasi tersebut. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id