Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nikkei 225 dibuka turun 0,4%, menyeret indeks MSCI Asia Pasifik setelah empat hari berturut-turut menguat.
Pergerakan di kawasan Asia terjadi setelah bursa Amerika Serikat kembali mencetak rekor. Indeks S&P 500 naik 0,6%, didorong optimisme terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Namun, kontrak berjangka menunjukkan pembukaan yang lebih lemah di Hong Kong, sementara yen Jepang sedikit melemah terhadap dolar AS.
Di pasar komoditas, pergerakan berlangsung beragam. Harga perak naik sekitar 1,5%, sementara emas sedikit turun. Harga minyak melanjutkan pelemahan setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak mentah ke Amerika Serikat, menambah tekanan pada pasar energi global.
Ketegangan geopolitik kembali menjadi sorotan setelah China memberlakukan pembatasan ekspor ke Jepang untuk barang-barang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Kebijakan ini mencakup ratusan item, mulai dari bahan kimia hingga teknologi sensor dan kedirgantaraan, dan memperburuk hubungan kedua negara di tengah isu Taiwan.
Meski demikian, sentimen pasar global masih cenderung positif. Optimisme terhadap AI, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, serta data ekonomi AS yang melemah—seperti layanan PMI—terus menopang minat investor. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi dan tenaga kerja AS dalam beberapa hari ke depan.(asd)
Sumber: Bloomberg.com