• Sat, Apr 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 December 2025 07:39  |

Ekonomi AS Kirim Sinyal Campur Aduk, Pasar Asia Langsung Resah

Pasar saham Asia bergerak naik-turun pada awal pekan, mengikuti kenaikan moderat bursa AS pada Jumat lalu. Investor kini mengalihkan perhatian mereka pada serangkaian data ekonomi penting menjelang keputusan penurunan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan terjadi bulan ini. Di tengah ketidakpastian tersebut, harga minyak melonjak setelah OPEC+ mempertahankan kebijakan penghentian sementara kenaikan produksi, sementara perak kembali mencetak rekor baru. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 melemah setelah indeks utama AS sempat menguat 0,5% meski terjadi gangguan teknis di CME.

Minggu ini menjadi krusial bagi gambaran ekonomi AS. Dengan inflasi dan konsumsi yang terus dipantau ketat, berbagai data baru-termasuk belanja konsumen pasca-Cyber Monday dan indikator ekonomi yang tertunda-akan membentuk ekspektasi apakah The Fed akan melanjutkan tren penurunan suku bunga menuju 2026. Ketidakpastian bertambah setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengisyaratkan bahwa pasar harus bersiap terhadap kemungkinan pengumuman ketua Fed yang baru, memicu spekulasi lanjutan mengenai arah kebijakan moneter.

Sementara The Fed mulai memasuki masa “blackout” menjelang pertemuan 9-10 Desember, sejumlah pejabat seperti Jerome Powell dan Michelle Bowman dijadwalkan memberikan pidato tanpa menyentuh prospek ekonomi. Data penting lain seperti laporan ketenagakerjaan ADP dan survei aktivitas manufaktur AS juga akan menjadi sorotan. Pasar kini hampir sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga seperempat poin, terutama setelah Presiden Fed New York John Williams menegaskan masih ada ruang pelonggaran di tengah meredanya pasar tenaga kerja.

Di kawasan Asia, sinyal ekonomi juga beragam. Aktivitas pabrik Tiongkok menunjukkan perbaikan tetapi tetap berada di zona kontraksi, menandakan tekanan ekonomi yang belum mereda. Yen menguat menjelang pernyataan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda, sementara imbal hasil obligasi dua tahun Jepang menyentuh 1% untuk pertama kalinya sejak 2008. Di industri penerbangan global, maskapai berlomba melakukan pembaruan perangkat lunak darurat pada pesawat Airbus setelah gangguan besar yang nyaris mengacaukan musim perjalanan liburan dunia. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Bursa Asia Merah, SoftBank Rontok 10%

Pasar saham Asia kompak melemah pada Rabu, setelah investor mencerna data perdagangan Jepang dan terbentuknya pemerintahan ba...

22 October 2025 08:44
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai