Saham AS Bervariasi, Nvidia Anjlok Tajam
Wall Street ditutup dengan pergerakan campuran pada perdagangan Selasa (25/11). Indeks S&P 500 bergerak mendatar di sekitar level pembukaan, sementara Nasdaq turun sekitar 0,4%, menghapus sebagian kenaikan kuat sesi sebelumnya.
Sebaliknya, Dow Jones justru naik sekitar 270 poin. Pasar mencerna rilis data ekonomi yang beragam: penjualan ritel mengecewakan dan mengisyaratkan perlambatan konsumsi yang lebih tajam dari perkiraan, sementara laporan ADP menunjukkan perusahaan AS rata-rata memangkas 13.500 pekerjaan per minggu dalam empat pekan hingga 8 November.
Di sisi lain, inflasi produsen (PPI) justru meningkat pada September. Meski sinyal ekonomi campuran, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps bulan depan masih tinggi, mendekati 85%. Sektor komunikasi, kesehatan, dan material menguat, sedangkan sektor teknologi tertinggal.
Di level emiten, saham Nvidia jatuh tajam sekitar 4,8% setelah muncul kabar bahwa Meta sedang menjajaki rencana menggelontorkan miliaran dolar untuk menggunakan chip AI milik Google, yang memicu kekhawatiran persaingan makin ketat.
Tekanan juga terjadi pada saham teknologi lain: Oracle merosot 6,2% dan AMD turun 7,4%. Sebaliknya, Alphabet menguat sekitar 1,9% dan Meta naik 1,5%, menyusul sentimen positif terkait prospek bisnis dan perkembangan di sektor AI.
Sumber: Tradingeconomics.com