Wait & See Jelang Pidato Powell, Dolar Tetap Menguat
Dolar menguat pada hari Kamis (21/8) menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang sangat dinantikan pada hari Jumat. Pidato ini akan dievaluasi untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga bank sentral AS bulan depan.
Para pedagang meningkatkan taruhan mereka pada pertemuan The Fed 16-17 September setelah laporan ketenagakerjaan bulan Juli yang secara tak terduga lemah. Namun, risiko inflasi yang lebih tinggi seiring pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif perdagangan baru tetap menjadi faktor yang membuat beberapa pembuat kebijakan ragu untuk melonggarkan kebijakan.
Dolar sempat melemah pada hari Kamis setelah data menunjukkan bahwa jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran meningkat paling tinggi dalam sekitar tiga bulan pekan lalu.
Dolar kemudian kembali menguat setelah laporan terpisah menunjukkan bahwa aktivitas bisnis AS meningkat pesat pada bulan Agustus, dipimpin oleh sektor manufaktur yang bangkit kembali dengan pertumbuhan pesanan terkuat dalam 18 bulan.
Powell mungkin ragu untuk memberikan sinyal pemangkasan suku bunga karena data untuk bulan Agustus masih akan dirilis sebelum sesi September. Para pedagang berjangka dana Fed saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada bulan September sebesar 77%, dan 51 basis poin pada akhir tahun.
Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia masih yakin bank sentral AS dapat memangkas target suku bunganya sekali tahun ini, sambil mencatat adanya banyak ketidakpastian seputar pandangan tersebut karena ekonomi sedang mengalami perubahan yang cukup besar.
Presiden Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan tampaknya tidak perlu terburu-buru untuk memangkas suku bunga, dengan inflasi masih di atas target bank sentral sebesar 2% dan pasar tenaga kerja masih dalam kondisi yang solid.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, terakhir naik 0,27% pada hari itu di level 98,50, dengan euro turun 0,26% di level $1,1618.
Yen Jepang melemah 0,38% terhadap greenback menjadi 147,9 per dolar. Poundsterling melemah 0,2% menjadi $1,343.
Amerika Serikat dan Uni Eropa pada hari Kamis menyepakati kerangka kerja perdagangan yang dicapai bulan lalu, yang mencakup tarif AS sebesar 15% untuk sebagian besar impor Uni Eropa, termasuk otomotif, farmasi, semikonduktor, dan kayu.
Dalam mata uang kripto, Bitcoin turun 0,62% menjadi $113.718. (Arl)
Sumber: Reuters