Kesepakatan Hormuz Belum Jadi, Minyak Terus Naik
Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Senin setelah Iran dan Oman belum berhasil mencapai kesepakatan final untuk membuka kembali Selat Hormuz. Brent diperdagangkan di atas US$84 per barel, sementara WTI bergerak mendekati US$79.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran di Hormuz sudah “sangat dekat”. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak otomatis membuat Selat Hormuz langsung dibuka sepenuhnya.
Iran juga masih menolak pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Teheran meminta blokade laut AS dihentikan, sanksi dicabut, dan kompensasi atas kerugian akibat perang diberikan sebelum arus pelayaran dapat kembali normal.
Ketidakpastian tersebut membuat pasar tetap memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan di jalur ini sangat berpengaruh terhadap pasar energi global.
Risiko keamanan juga masih tinggi. Sebuah kapal tanker yang dioperasikan ADNOC kembali dilaporkan menjadi target di Hormuz, sementara kelompok Houthi mengklaim menyerang kilang minyak Jazan milik Arab Saudi. Pemerintah Saudi mengonfirmasi adanya kebakaran di fasilitas tersebut, meski penyebabnya belum dijelaskan.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id