• Wed, Jun 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 June 2026 16:15  |

Dolar Stabil Jelang Debut Kebijakan Fed di Bawah Warsh

Dolar AS bergerak stabil terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (17/6), saat investor menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve pertama di bawah Ketua Kevin Warsh. Pasar menilai pertemuan ini dapat memicu volatilitas karena investor mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap gaya komunikasi dan arah kebijakan baru The Fed.

Euro bergerak datar di $1,1605, sementara pound melemah tipis terhadap dolar ke $1,3420 dan terhadap euro ke 86,5 pence. Tekanan pada sterling muncul setelah data inflasi Inggris lebih rendah dari perkiraan, memberi ruang bagi Bank of England untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga tahun ini.

Fokus utama tetap berada pada The Fed. Bank sentral AS secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan perdana Warsh. Namun, pernyataan kebijakan, proyeksi ekonomi, konferensi pers, dan dot plot akan dicermati untuk melihat apakah The Fed mulai menghapus bias pelonggaran di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko inflasi.

Pasar uang saat ini mencerminkan peluang sekitar 80% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga tahun ini. Sebelum AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, sebagian ekonom memperkirakan The Fed akan membuka ruang kenaikan suku bunga guna membatasi dampak lonjakan energi terhadap inflasi yang lebih luas. Namun, dengan harga minyak kembali di bawah $80 per barel, nada kebijakan dapat menjadi lebih seimbang.

Bank of England juga akan mengumumkan keputusan pada Kamis, dengan pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga. Data terbaru menunjukkan inflasi Inggris bertahan di 2,8% pada Mei, tidak berubah dari level terendah 13 bulan pada April. Saat ini, pasar masih melihat peluang satu kali kenaikan suku bunga BoE hingga akhir tahun.

Di Asia, yen berada di 160,25 per dolar, sedikit menguat tetapi masih cukup lemah untuk menjaga kewaspadaan terhadap potensi intervensi otoritas Jepang. Bank of Japan pada Selasa menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun sebagai bagian dari normalisasi kebijakan, tetapi belum memberi petunjuk jelas mengenai waktu kenaikan berikutnya.

Krona Swedia melemah terhadap dolar dan euro setelah Riksbank mempertahankan suku bunga. Bank sentral Swedia menyebut perang di Timur Tengah meningkatkan tekanan inflasi dan memperbesar peluang kenaikan suku bunga, tetapi inflasi dasar yang rendah dan aktivitas ekonomi yang lebih lemah membuat arah kebijakan tetap hati-hati. Fokus pasar valas berikutnya tertuju pada bahasa pernyataan Fed, dot plot, arah harga minyak, serta respons dolar terhadap komunikasi pertama Warsh. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai