DXY Stabil, Pasar Waspadai Ketidakpastian Deal AS–Iran
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak datar di sekitar 99,25 pada perdagangan Asia Rabu (03/6), meski ketidakpastian soal kesepakatan AS–Iran meningkat setelah kedua pihak kembali terlibat aksi saling serang. Pasar menilai risiko eskalasi ulang di Timur Tengah masih terbuka, sehingga sentimen tetap rapuh.
Menurut pernyataan militer AS, CENTCOM menyebut pihaknya mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran yang menarget negara kawasan seperti Kuwait dan Bahrain, serta melakukan serangan “self-defense” di Pulau Qeshm, Iran. Perkembangan ini menghidupkan kembali kekhawatiran perang melebar, skenario yang biasanya mendorong harga minyak naik dan memberi dukungan pada dolar.
Dolar cenderung lebih kuat saat tensi meningkat karena kenaikan energi berisiko memperburuk inflasi global. Jika inflasi kembali menguat, pasar biasanya menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga dan lebih berhati-hati pada potensi kebijakan moneter yang tetap ketat, yang pada akhirnya mendukung greenback.
Dari sisi domestik, fokus investor kini tertuju pada rangkaian data AS pekan ini, terutama ADP Employment Change dan ISM Services PMI untuk Mei yang akan rilis di sesi AS. Data ini akan menjadi petunjuk awal menjelang rilis data tenaga kerja utama.
Sebelumnya, data JOLTS Job Openings April lebih kuat dari perkiraan, dengan lowongan kerja naik ke 7,618 juta, jauh di atas estimasi 6,88 juta. Namun pemicu terbesar pekan ini tetap Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Mei pada Jumat, yang berpotensi mengubah arah ekspektasi pasar terhadap The Fed dan pergerakan dolar.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id