Ketegangan Iran Jaga Dolar AS Tetap Kuat
Indeks Dolar AS atau DXY bergerak stabil di atas level 99,00 pada perdagangan sesi Asia hari Selasa (02/6). DXY yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama diperdagangkan di sekitar 99,20, setelah sebelumnya mencatat penguatan moderat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati di tengah ketidakpastian arah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Dolar AS mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan safe haven setelah muncul laporan bahwa Iran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat. Laporan dari Tasnim menyebutkan bahwa Iran bersama sekutu “Front Perlawanan” sedang menyiapkan langkah untuk memblokir Selat Hormuz dan mengaktifkan jalur tambahan seperti Bab el-Mandeb. Jika terjadi, kondisi ini dapat mengganggu arus pasokan minyak dan gas global.
Ketegangan semakin meningkat setelah laporan lain menyebut Iran menempatkan ranjau laut tambahan di kawasan selat tersebut. Situasi ini membuat pasar khawatir terhadap risiko lonjakan harga energi, yang pada akhirnya dapat kembali mendorong tekanan inflasi global. Dalam kondisi seperti ini, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi juga ikut menopang penguatan dolar AS.
Meski begitu, Presiden AS Donald Trump memberikan nada yang lebih optimis. Ia menyatakan bahwa negosiasi masih berjalan dan membuka peluang tercapainya nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Di saat yang sama, diplomasi regional juga terus bergerak, termasuk seruan dari otoritas Lebanon agar perpanjangan gencatan senjata antara Hezbollah dan Tel Aviv mencakup seluruh wilayah Lebanon.(asd)
Sumber: Newsmaker.id