• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 June 2026 03:15  |

Dolar Menguat Tipis, Harapan Deal Iran Kembali Goyah

Dolar AS menguat pada Senin (1/6) setelah mencatat penurunan tipis pekan lalu, ketika investor mencerna perkembangan terbaru pembicaraan damai Timur Tengah usai AS dan Iran saling serang sepanjang akhir pekan. Peristiwa tersebut kembali memunculkan keraguan atas rapuhnya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang dan memulihkan arus energi.

Indeks dolar (DXY) naik 0,184% ke 99,195, membalik sebagian pelemahan pekan lalu yang dipicu ekspektasi deal pembukaan Selat Hormuz sudah dekat. Penutupan jalur minyak utama itu mendorong harga energi naik dan memperburuk outlook inflasi, sehingga sebagian pelaku pasar kembali menilai The Fed punya ruang untuk menaikkan suku bunga tahun ini.

Penguatan dolar sempat dipicu laporan Tasnim bahwa tim negosiator Iran menghentikan pertukaran pesan dengan AS melalui mediator sebagai respons atas serangan di Lebanon. Namun kenaikan dolar sedikit terpangkas setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia berbicara melalui perantara dengan Hezbollah dan memperoleh komitmen kelompok itu untuk tidak menyerang Israel.

Meski dolar sempat reli pada awal konflik yang pecah 28 Februari—didukung arus safe haven dan anggapan ekonomi AS lebih tahan terhadap inflasi energi—sebagian penguatan itu terkikis karena ketidakpastian arah konflik. Di pasar utama, EUR/USD turun 0,26% ke 1,1632, sementara GBP/USD naik tipis 0,03% ke 1,34565.

Pasar kini berada dalam mode wait-and-see setelah militer AS melaporkan serangan terhadap pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone yang dinilai mengancam pelayaran, sementara IRGC mengklaim menargetkan pangkalan udara yang digunakan AS sebagai balasan. Kombinasi ini menjaga volatilitas dan membuat dolar sensitif terhadap headline.

Fokus berikutnya beralih ke The Fed dan data tenaga kerja AS pada Jumat. Pasar kini lebih condong mem-price-in kenaikan suku bunga sebagai langkah berikutnya dibanding ekspektasi pemangkasan sebelum perang, karena energi yang mahal berpotensi menahan disinflasi dan pasar kerja masih relatif kuat. Konsensus Reuters memperkirakan penambahan 85.000 pekerjaan pada Mei dan tingkat pengangguran tetap 4,3%.

Di Asia, yen kembali menjadi sorotan karena USD/JPY melemah 0,28% ke 159,71, dekat level 160 yang sensitif terhadap risiko intervensi Jepang. Pelaku pasar juga menanti pidato Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada Rabu untuk petunjuk arah kebijakan, sementara dolar Australia turun 0,29% ke 0,7161 dan kiwi melemah 0,9% ke 0,59365. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai