Dolar Menguat Usai Iran Hentikan Negosiasi, Minyak Naik
Dolar AS melonjak pada sesi perdagangan awal setelah laporan bahwa Iran menghentikan pembicaraan untuk membuka kembali Selat Hormuz menyusul serangan militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon. Minyak berjangka merespons dengan naik 7% karena pasar menilai pasokan energi global tetap terganggu.
Indeks Dollar Wall Street naik 0,4% setelah sempat bergerak datar sebelumnya. Greenback menguat 0,4% terhadap euro dan 0,3% terhadap yen, didukung oleh ekspektasi ketegangan geopolitik yang memperkuat permintaan safe-haven.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut naik: yield 10-tahun meningkat ke 4,51% dari 4,45%, sedangkan yield 2-tahun naik ke 4,08% dari 4,03%. Lonjakan ini menunjukkan pasar semakin menilai risiko inflasi akibat gangguan pasokan energi dan ketegangan regional.
Investor kini memperhitungkan dampak jangka pendek dari penundaan pembicaraan Iran-AS terhadap harga energi dan pasar keuangan global, termasuk kemungkinan tekanan tambahan pada sektor dolar dan obligasi.
Harga minyak Brent dan WTI bergerak lebih tinggi, mencerminkan optimisme terbatas bahwa aliran energi melalui Hormuz tetap tersendat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id