• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 June 2026 16:25  |

USD Bergerak Stabil di Tengah Ketidakpastian Iran-AS

Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan Senin (1/6) setelah mencatat pelemahan tipis pekan lalu. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan pembicaraan damai di Timur Tengah serta data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis akhir pekan ini, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Indeks dolar AS berada di kisaran 99,02, relatif tidak banyak berubah setelah turun 0,4% pada pekan sebelumnya. Pelemahan tersebut dipicu ekspektasi bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat pada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, minimnya perkembangan baru dan kembali memanasnya ketegangan antara AS dan Iran membuat pasar valuta asing cenderung mengambil sikap wait and see.

Sebelumnya, dolar sempat menguat di awal konflik karena meningkatnya permintaan aset safe haven. Namun, penguatan itu mulai terkikis seiring ketidakpastian arah konflik dan dampaknya terhadap inflasi energi. Jika Selat Hormuz kembali dibuka dan harga minyak turun, dolar berpotensi melemah dalam jangka pendek, sementara mata uang berbasis risiko dapat kembali mendapat dukungan.

Fokus pasar pekan ini juga tertuju pada data tenaga kerja AS yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni. Data tersebut diperkirakan menunjukkan tingkat pengangguran tetap di 4,3% dengan tambahan 85.000 pekerjaan. Di sisi lain, yen Jepang melemah ke sekitar 159,45 per dolar, mendekati level psikologis 160 yang sebelumnya memicu intervensi otoritas Jepang. Pasar juga menantikan pidato Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda untuk melihat peluang kenaikan suku bunga pekan depan.

Penyebab utama:

Dolar tertahan karena pasar masih menunggu kejelasan konflik Iran-AS, perkembangan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan data tenaga kerja AS. Harga minyak yang tinggi juga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed bisa mempertahankan kebijakan ketat atau bahkan menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi kembali meningkat.

Hal yang perlu diperhatikan:

Fokus utama pasar pekan ini ada pada data tenaga kerja AS 5 Juni, komentar pejabat The Fed, pergerakan harga minyak, serta level USD/JPY di sekitar 160. Jika yen terus melemah, risiko intervensi dari otoritas Jepang bisa kembali menjadi perhatian besar pasar.(ysd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai