Dolar Stabil, Sentimen Timur Tengah dan PCE Tarik-Menarik
Indeks dolar bergerak nyaris tidak berubah di sekitar 99 pada Jumat (29/5), tetap dekat level terendah dua pekan, namun masih berada di jalur menutup Mei sekitar 1% lebih tinggi. Pasar terus memantau perkembangan Timur Tengah, dengan tanda-tanda bahwa AS dan Iran kian dekat ke kesepakatan, meski ketidakpastian politik masih membayangi.
Laporan terbaru menyebut kedua negara telah mencapai pemahaman awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai pembahasan mengenai masa depan program nuklir Iran. Namun, kesepakatan tersebut belum mendapat pengesahan formal Presiden Donald Trump. Di sisi lain, pelemahan harga minyak membantu meredakan tekanan inflasi energi, sehingga menahan dorongan penguatan dolar lebih lanjut.
Dari sisi data, inflasi PCE AS April menunjukkan angka bulanan headline dan core lebih rendah dari perkiraan, meski laju tahunan tetap tinggi di 3,8% (headline) dan 3,3% (core), jauh di atas target inflasi The Fed. Kombinasi ini menjaga pasar pada posisi “tunggu dan lihat”: tekanan inflasi belum hilang, tetapi tidak cukup kuat untuk memaksa perubahan kebijakan segera.
Investor saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun. Namun pasar masih memberi probabilitas sekitar 46% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menandakan dolar tetap punya bantalan jika inflasi kembali membandel atau risiko geopolitik menghidupkan kembali premi safe haven. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id