Dolar AS Stabil, Yen Bertahan di Tengah Ketidakpastian Perang Iran
Dolar AS bergerak relatif stabil pada perdagangan Selasa (5/5) ketika pasar mencermati perkembangan terbaru konflik Iran, sementara yen Jepang cenderung tenang setelah dugaan intervensi otoritas Tokyo pekan lalu memicu penguatan tajam mata uang tersebut. Indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama bertahan di kisaran yang sama setelah sebelumnya menguat tipis pada awal pekan. Euro dan poundsterling juga diperdagangkan tanpa perubahan signifikan.
Gencatan senjata di Timur Tengah kembali dipertanyakan setelah AS dan Iran melancarkan serangan baru dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz. Laporan yang saling bertentangan mengenai lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut menambah ketidakpastian pasar. Pelaku pasar dinilai memilih sikap “menunggu dan melihat” karena arus berita dapat berubah cepat dan arah konflik masih belum jelas.
Di kawasan Asia-Pasifik, dolar Australia melemah setelah bank sentral negara itu kembali menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Otoritas moneter juga merevisi naik proyeksi inflasi dan memangkas prospek pertumbuhan serta ketenagakerjaan akibat dampak guncangan energi global. Pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka hingga akhir tahun.
Yen Jepang diperdagangkan stabil setelah sempat mencatat penguatan tajam dalam beberapa sesi terakhir. Data pekan lalu mengindikasikan Tokyo menggelontorkan dana besar untuk menopang mata uangnya, meski analis menilai langkah tersebut belum tentu efektif dalam jangka panjang. Selisih suku bunga yang lebar antara Jepang dan negara maju lain, ditambah tekanan fiskal dan lonjakan harga energi, masih menjadi beban bagi yen.
Analis menilai pergerakan USD/JPY dalam waktu dekat berpotensi tetap volatil dalam kisaran yang lebih lebar, dengan level psikologis tertentu dipandang sensitif secara politik. Arah yen juga sangat dipengaruhi oleh harga minyak dan perkembangan konflik Timur Tengah. Jika harga energi kembali melonjak atau bertahan tinggi, tekanan terhadap yen diperkirakan akan kembali meningkat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id