Pound Loyo, Saat Fokus Pasar ke Pemilu dan Hormuz
Pound sterling diperdagangkan sedikit di atas $1,35 pada Selasa (05/05), melemah dari level tertinggi dua bulan pekan lalu di $1,366. Pelemahan ini terjadi ketika perhatian pasar beralih ke pemilu lokal Inggris pada Kamis, dengan sejumlah survei menunjukkan Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Keir Starmer berisiko kehilangan dukungan.
Dari luar negeri, sentimen juga tertahan oleh ketegangan Timur Tengah. Harga minyak masih berada dekat level tertinggi empat tahun karena AS dan Iran terus berselisih soal Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak. Risiko gangguan pasokan dan potensi eskalasi membuat pasar lebih sensitif terhadap perubahan sentimen risiko.
Di sisi kebijakan, pelaku pasar saat ini memperkirakan Bank of England (BoE) bisa menaikkan suku bunga hampir tiga kali masing-masing 25 basis poin tahun ini. Namun arah kebijakan belum pasti karena BoE baru-baru ini menahan suku bunga, dengan alasan ketidakpastian dampak ekonomi yang lebih luas dari konflik Iran.
Gubernur BoE Andrew Bailey menyebut keputusan tersebut sebagai “pertimbangan yang sulit,” dan mengingatkan bahwa menunggu terlalu lama hingga tekanan inflasi terlihat jelas dapat membuat respons kebijakan menjadi terlambat. Ke depan, pasar akan memantau hasil pemilu lokal Inggris, perkembangan konflik di sekitar Selat Hormuz, dan pergerakan harga minyak karena ketiganya berpotensi memengaruhi inflasi dan ekspektasi suku bunga di Inggris. (asd)
Sumber: Newsmaker.id