Dolar Melemah Usai Perpanjangan Gencatan Senjata Iran!
Dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang G-10 setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, meredakan permintaan aset aman (safe haven) terhadap greenback. Indeks dolar Bloomberg turun hingga 0,3%, sementara US Dollar Index Rabu (22/04) berada di 98,004, turun 0,06%.
Nada pasar juga dipengaruhi meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah, yang tercermin pada pelemahan Brent sekitar 0,7% di tengah spekulasi berkurangnya tensi dapat membantu menjaga kelancaran pasokan melalui Selat Hormuz. Meski begitu, Trump menegaskan AS tetap mempertahankan blokade angkatan laut di jalur tersebut, setelah Pakistan yang memediasi kedua pihak meminta AS menahan diri dari serangan baru.
Di pasar valuta asing, pergerakan mayoritas pasangan cenderung terbatas namun konsisten menguat melawan dolar. EUR/USD naik 0,1% ke 1,1752, GBP/USD menguat 0,1% ke 1,3519, dan AUD/USD naik 0,3% ke 0,7173. Sementara itu, USD/JPY turun 0,1% ke 159,19, sejalan dengan melemahnya dolar secara luas.
Pelaku pasar tetap mencermati potensi naiknya volatilitas seiring kedua pihak dinilai akan memperkuat posisi tawar menjelang negosiasi, meskipun risiko eskalasi besar dinilai masih terbatas untuk saat ini. Dari sisi data, inflasi Inggris tercatat 3,3% yoy bulan lalu sesuai perkiraan, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun relatif stabil di 4,29%, menjadi salah satu penanda bahwa penyesuaian pasar lebih banyak dipicu oleh perubahan sentimen risiko ketimbang pergeseran ekspektasi suku bunga. (asd)
Sumber: Newsmaker.id