• Thu, Apr 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 April 2026 04:57  |

Dolar Catat Pelemahan Terpanjang Sejak 2020

Dolar AS memperpanjang penurunan pada Rabu (15/4), melemah untuk hari kedelapan berturut-turut dan mencatat rangkaian penurunan terpanjang sejak Juni 2020. Pergerakan ini terjadi saat pasar menilai Washington dan Teheran kian dekat ke arah perpanjangan gencatan senjata serta dimulainya kembali negosiasi menuju kesepakatan damai jangka lebih panjang.

Bloomberg Dollar Spot Index turun tipis kurang dari 0,1% pada Rabu, dengan pelemahan kumulatif sekitar 1,9% dalam delapan hari terakhir. Indeks tersebut kembali berada di kisaran level awal Maret, tak lama setelah perang Iran dimulai. Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 4,28%.

Reli aset berisiko turut mengiringi pelemahan dolar, dengan pasar saham global menguat dan indeks S&P 500 serta Nasdaq 100 mencetak rekor baru. MUFG menilai pelaku pasar mulai mem-price in hasil yang positif dari konflik Timur Tengah, namun menyebut optimisme ini “sangat berlebihan.”

Menurut Derek Halpenny, kepala riset pasar global EMEA di MUFG, pekan ini tampak menjadi fase ketika investor mulai meninggalkan posisi “long dollar” yang sebelumnya menjadi strategi awal setelah konflik pecah. Ia menyoroti dolar tidak menguat sebesar ekspektasi sejak awal perang, sementara minat untuk menjual dolar mulai meningkat—mengindikasikan fondasi fundamental dolar dinilai lemah bahkan sebelum konflik terjadi.

Di pasar valuta utama, mayoritas mata uang G-10 menguat terhadap dolar, meski yen tertinggal dibandingkan mata uang lain. EUR/USD bergerak datar di 1,1796 setelah menguat tujuh hari beruntun, sementara GBP/USD stabil di 1,3565. USD/JPY kembali naik, menguat untuk keempat kalinya dalam lima hari ke 158,98, setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan telah berdiskusi intens dengan Menkeu AS Scott Bessent dan otoritas siap mengambil langkah “berani” bila diperlukan. USD/CHF naik 0,1% ke 0,7819, dengan pejabat Swiss National Bank Martin Schlegel menyatakan kesiapan intervensi valas meningkat.

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada perkembangan konkret jalur gencatan senjata dan negosiasi AS–Iran, serta bagaimana perubahan selera risiko dan pergerakan imbal hasil AS mempengaruhi arah dolar di pasar G-10.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai