• Tue, Mar 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 March 2026 16:28  |

Dolar Datar, Risiko Hormuz dan Bank Sentral Jadi Fokus

Dolar AS bergerak tanpa arah yang jelas pada Selasa (17/3) ketika investor mengalihkan fokus ke rangkaian rapat bank sentral, di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah dan prospek harga minyak. Indeks dolar naik tipis 0,05% ke 99,90, setelah sempat menyentuh 100,54 pada Jumat, tertinggi sejak Mei 2025.

Risiko energi tetap menjadi tema utama. Minyak bertahan di atas US$100 per barel karena kekhawatiran pasokan saat Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, meski kontrak crude sempat turun pada sesi sebelumnya setelah beberapa kapal dilaporkan berhasil melintas. Iran juga meluncurkan serangan baru ke Uni Emirat Arab pada Selasa, jenis serangan terhadap sekutu AS di Teluk yang menurut Presiden Donald Trump tidak diperkirakan.

Pasar kini mencari petunjuk apakah dunia kembali ke dinamika ala 2022, ketika bank sentral menjalankan siklus pengetatan agresif. The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan pada Rabu, disusul ECB, BoE, dan BoJ sehari setelahnya. Keempatnya diperkirakan menahan suku bunga, namun investor akan mencermati nada pernyataan terkait respons terhadap guncangan perang dan inflasi energi. Trader kini mem-price in hampir dua kali kenaikan suku bunga ECB pada 2026, berbalik tajam dari peluang pemangkasan sekitar 50% sebelum konflik.

Di pasar mata uang utama, euro turun 0,15% ke US$1,1490, setelah pada Senin menyentuh US$1,1409, terendah sejak Agustus 2025. Yen melemah ke 159,31 per dolar, mendekati level psikologis 160, meski otoritas Jepang memberi peringatan verbal. Sejak perang dimulai akhir Februari, yen turun lebih dari 2% terhadap dolar. Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan inflasi inti bergerak naik menuju target 2% dan menekankan kenaikan harga perlu ditopang pertumbuhan upah.

Barclays menilai kenaikan minyak lanjutan, penutupan Hormuz yang berkepanjangan, dan hasil rapat BoJ yang dovish dapat mendorong USD/JPY menguji 160 dan kemudian area intervensi valas 2024 di sekitar 161. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kembali menyatakan pemerintah siap mengambil langkah tegas menghadapi volatilitas pasar.

Sementara itu, dolar Australia nyaris tidak berubah setelah bank sentral Australia menaikkan suku bunga lewat keputusan tipis. AUD terakhir naik 0,05% ke 0,7074 setelah sempat menguat ke 0,7095 di awal sesi. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai