Dolar Menguat Pasca Pelepasan Cadangan Minyak Terbesar
Dolar AS menguat setelah data inflasi AS (CPI) menunjukkan hasil yang sejalan dengan perkiraan pasar. Di saat yang sama, harga minyak Brent tetap bertahan di atas US$92 per barel, meskipun Badan Energi Internasional (IEA) menyetujui pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah untuk menahan lonjakan harga energi.
Indeks Bloomberg Dollar Spot naik sekitar 0,2% dan sempat mencapai level tertinggi harian pada sesi pagi di New York. Data terbaru menunjukkan inflasi inti AS melambat pada Februari dibanding bulan sebelumnya, memberikan sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda meski risiko inflasi dari lonjakan energi masih membayangi.
Di pasar mata uang, USD/JPY naik sekitar 0,6% ke 158,96, memperpanjang tren penguatan dolar terhadap yen. Sementara itu, EUR/USD turun 0,4% ke 1,157, setelah sebelumnya sempat naik ke 1,1645 ketika anggota Dewan ECB Peter Kazimir mengatakan konflik Iran berpotensi meningkatkan inflasi dan dapat memaksa Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Di sisi lain, AUD/USD justru menguat sekitar 0,5% ke 0,7154, setelah sempat menyentuh 0,7186, level tertinggi sejak Juni 2022. GBP/USD relatif stabil di sekitar 1,3415, sementara USD/CAD naik tipis ke 1,3599 dan USD/NOK menguat ke 9,6483.
Pergerakan pasar saat ini menunjukkan bahwa investor masih menimbang dua faktor utama: perkembangan konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga energi, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral global. Kombinasi kedua faktor tersebut terus memicu volatilitas di pasar mata uang dan komoditas dalam beberapa hari terakhir.(yds)
Sumber: Newsmaker.id