• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 March 2026 09:27  |

Emas Terdorong Naik, Pasar Sambut Wacana Pelepasan Stok Minyak Global

Harga emas melanjutkan kenaikan dan menembus level US$5.200 per troy ounce setelah muncul laporan bahwa International Energy Agency (IEA) sedang mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meredakan guncangan pasokan energi akibat perang di Timur Tengah. Di saat yang sama, harga minyak kehilangan sebagian penguatan sebelumnya, sementara dolar AS bergerak sedikit melemah, memberi tambahan dukungan bagi bullion.

Laporan tersebut menyebutkan pelepasan cadangan minyak yang diusulkan IEA bisa melampaui 182 juta barel, lebih besar dari intervensi yang dilakukan setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Namun, di balik sentimen itu, pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Konflik AS-Israel dengan Iran telah memasuki hari ke-12, dan investor terus mencerna pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat Amerika Serikat. Gedung Putih membantah bahwa AS telah mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, bertolak belakang dengan unggahan Menteri Energi Chris Wright yang kemudian dihapus. Padahal, jalur tersebut biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Bagi emas, gejolak besar di pasar energi membuat kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dan bank sentral lainnya, sesuatu yang biasanya menjadi hambatan bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil. Meski begitu, emas masih naik sekitar seperlima sepanjang tahun ini dan tetap dilihat sebagai aset likuid yang bisa menopang portofolio saat pasar lain tertekan. Minat fisik, terutama dari Asia, juga dinilai menjadi penahan ketika harga mendekati area US$5.000.

Di sisi lain, tekanan sempat datang dari aksi jual investor yang memakai emas untuk menutup kerugian di aset lain. Kepemilikan emas di exchange-traded funds bahkan turun hampir 30 ton pekan lalu, menjadi aksi jual mingguan terbesar dalam lebih dari dua tahun. Walau begitu, banyak investor masih melihat emas menarik untuk dibeli saat harga melemah, terlebih ketika perang terus mengganggu produksi dan pengolahan minyak di Timur Tengah. Dengan pasar juga menunggu data inflasi AS, arah emas ke depan akan sangat ditentukan oleh kombinasi antara perkembangan perang, pergerakan dolar, dan ekspektasi suku bunga The Fed.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai