Sinyal Damai Angkat Sentimen, Dolar Kehilangan Tenaga
Dolar AS melemah pada Selasa (10/3) setelah reli safe-haven beberapa hari terakhir kehilangan tenaga, seiring harga minyak terkoreksi tajam dan pasar menilai peluang perang AS–Israel dengan Iran mereda “lebih cepat”. Indeks dolar turun ke sekitar 98,74.
Pelemahan dolar terjadi bersamaan dengan koreksi minyak setelah lonjakan ekstrem sehari sebelumnya. Reuters mencatat Brent turun ke US$91,81/barel dan WTI ke US$88,51/barel, ketika pernyataan Trump soal potensi akhir konflik meredakan kekhawatiran disrupsi pasokan berkepanjangan, meski risiko Hormuz belum hilang.
Di G10, euro bergerak stabil hingga menguat tipis, sementara sterling naik ringan karena turunnya minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi impor Inggris. Reuters mencatat GBP/USD naik 0,1% ke US$1,3454 dan EUR/USD di sekitar US$1,1639.
Di Asia, yen relatif datar karena Jepang masih rentan terhadap guncangan energi, walau data revisi menunjukkan ekonomi Q4 2025 tumbuh lebih kuat dari perkiraan awal. PDB Jepang direvisi menjadi 1,3% annualized (dari 0,2% pada estimasi awal), dengan belanja modal dan konsumsi membaik, memberi sinyal ketahanan domestik tetapi tetap dibayangi risiko energi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id