Data AS di Depan Mata, Dolar Mulai Kehilangan Tenaga
Dolar AS mulai pekan dengan nada lemah, sementara yen Jepang justru menguat pada hari Senin (9/2). Pasar lagi ngerem ambil posisi besar karena minggu ini penuh data penting—dari laporan tenaga kerja sampai inflasi—yang bisa nentuin arah suku bunga The Fed berikutnya.
Update menjelang sesi AS (14:24 UTC / 21:24 WIB): Dollar Index (DXY) ada di 96,91 atau turun -0,79%. Di saat yang sama, EUR/USD bertahan di 1,1913 (+0,83%), sementara GBP/USD di 1,3651 (-0,25%) karena pound ketahan isu politik domestik Inggris.
Sorotan terbesar tetap yen. USD/JPY berada di sekitar 156,0 dengan perubahan harian kira-kira -0,8%, setelah pasar makin ramai spekulasi soal potensi intervensi Jepang pasca kemenangan telak PM Sanae Takaichi. Wacana stimulus fiskal besar bikin yen sempat tertekan, tapi komentar pejabat soal “siaga” intervensi memberi napas buat yen.
Di Asia, yuan juga relatif stabil. USD/CNH di 6,9163 (+0,04%), sementara AUD/USD di 0,7057 (+0,38%)—aussie masih kebantu sentimen suku bunga RBA yang cenderung ketat, walau pasar tetap sensitif ke risk sentiment global.
Intinya, menjelang sesi AS, pasar FX lagi main aman: dolar melemah karena “data week” sudah di depan mata, yen menguat karena noise intervensi, dan euro jadi ikut naik karena dolar lagi nggak punya tenaga. Begitu data jobs dan CPI keluar, arah besarnya biasanya baru kelihatan—sekarang masih fase pemanasan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id