Dolar Solid, Data Manufaktur Kuat Dorong Optimisme Pasar
Dolar AS masih bertahan kuat setelah data manufaktur Amerika keluar di atas ekspektasi. Indeks dolar versi Bloomberg sempat menyentuh level tertinggi hari itu, sementara harga logam mulia masih melanjutkan pelemahan pasca kejatuhan historis Jumat lalu—yang ikut menekan mata uang “komoditas”.
Indeks Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,3% (sempat naik sampai 0,4%), menjadi level intraday tertinggi sejak 23 Januari. Pemicunya datang dari data Institute for Supply Management: indeks manufaktur ISM melonjak ke 52,6 dari 47,9 (perkiraan pasar 48,5)—kejutan positif yang bikin dolar makin dilirik.
Sebelumnya, dolar juga menguat ketika emas dan perak memperpanjang penurunan. Namun setelah pembukaan London, penguatan itu sedikit kehilangan tenaga karena pasar mulai menyeimbangkan posisi.
Di pasar mata uang, AUD/USD turun 0,3% ke 0,6944 jelang keputusan suku bunga bank sentral Australia pada Selasa. Ekonom Goldman Sachs memperkirakan suku bunga akan ditahan, meski konsensus pasar masih mengarah ke kenaikan 25 bps.
Sementara itu, USD/JPY naik 0,5% ke 155,63 setelah Sanae Takaichi mencoba meluruskan komentarnya soal yen lemah—menyebut pelemahan yen sebagai “peluang besar” untuk industri ekspor. Namun pejabat Jepang, Masanao Ozaki, mengatakan Takaichi tidak sedang menonjolkan “manfaat yen lemah” dalam pernyataannya akhir pekan.
Pergerakan lain: USD/CHF melonjak 0,9% ke 0,7799 karena franc ikut terdampak pelemahan logam mulia. EUR/USD turun 0,5% ke 1,1791, dan GBP/USD turun 0,2% ke 1,3661. Euro relatif tidak banyak dipengaruhi kabar parlemen Prancis yang mengesahkan anggaran 2026, setelah PM Sébastien Lecornu selamat dari dua mosi tidak percaya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id