Trump Santai, Dolar Makin “Loyo”
Dolar AS makin tertekan dan sempat jatuh ke level terlemah sejak awal 2022, setelah Presiden Donald Trump menegaskan ia tidak khawatir dengan pelemahan mata uang tersebut saat berbicara kepada wartawan di Iowa.
Saat ditanya apakah penurunan dolar mengkhawatirkan, Trump menjawab, “No, I think it’s great,” lalu menambahkan bahwa “the dollar’s doing great” dan ia ingin nilainya “mencari levelnya sendiri” secara wajar.
Komentar ini jadi “bensin” tambahan di tengah pelemahan dolar yang sudah dalam, setelah pasar sebelumnya juga gelisah oleh kebijakan Trump yang sering berubah-ubah dan memicu kekhawatiran investor global akan menarik dana dari aset AS.
Usai pernyataan Trump, Bloomberg Dollar Spot Index sempat memperpanjang penurunan hingga sekitar 1,2% dan dolar melemah terhadap mayoritas mata uang utama sebelum agak stabil di sesi Asia.
Sebagian tekanan juga datang dari penguatan yen Jepang sejak pekan lalu, ketika pasar bersiap pada kemungkinan intervensi otoritas Jepang untuk menopang mata uangnya.
Trump juga sempat menyebut ia “bisa membuat dolar naik-turun seperti yo-yo”, namun menyatakan kondisi itu tidak ideal. Ia kembali menyinggung praktik pelemahan mata uang di Asia (China dan Jepang) yang menurutnya menyulitkan persaingan dagang.
5 poin pentingnya:
Trump bilang pelemahan dolar “great” dan ia tidak khawatir.
Dolar sempat turun paling dalam sejak awal 2022; indeks dolar Bloomberg melebar hingga sekitar -1,2% setelah komentar Trump.
Pasar menilai pernyataan itu seperti “lampu hijau” untuk lanjut jual dolar, di tengah kekhawatiran kebijakan AS yang sulit diprediksi.
Penguatan yen dan rumor/antisipasi intervensi Jepang ikut menambah tekanan pada dolar.
Tekanan politik & isu kebijakan (termasuk ketegangan dengan sekutu) disebut ikut mengikis sentimen terhadap aset AS. (az)
Sumber: Newsmaker.id