Yen Melemah Lagi—Apa Jepang Sedang Masuk “Zona Bahaya” Fiskal?
Yen Jepang (JPY) melemah di sesi Asia hari Rabu. Pasar khawatir kondisi fiskal Jepang memburuk setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyiapkan rencana belanja besar dan pemotongan pajak yang agresif. Situasi makin sensitif karena ada ketidakpastian politik jelang pemilihan umum sela pada 8 Februari. Saat selera risiko pasar lagi positif, yen yang biasanya jadi aset “safe-haven” ikut ditinggalkan, sehingga turun dari level tertinggi hampir tiga bulan terhadap dolar AS.
Di sisi lain, risalah rapat Desember Bank of Japan (BoJ) yang bernada hawkish tidak banyak membantu yen. Risalah itu menunjukkan para anggota sepakat suku bunga masih perlu dinaikkan secara bertahap. Sikap ini berbeda dengan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS (The Fed) masih bisa memangkas suku bunga setidaknya dua kali lagi. Secara teori, perbedaan arah kebijakan ini bisa mendukung yen, apalagi ada kekhawatiran intervensi jika pergerakannya terlalu liar.
Namun untuk saat ini, tekanan pada yen masih terasa. Meski begitu, pelemahan dolar AS belakangan ini berpotensi menahan kenaikan USD/JPY agar tidak kebablasan. Artinya, pergerakan USD/JPY bisa tetap “tertahan” karena dua kekuatan saling tarik-menarik: yen tertekan oleh isu fiskal-politik Jepang, tapi dolar juga tidak terlalu kuat karena sentimen USD yang cenderung bearish. (az)
Sumber: Newsmaker.id