Pound Mulai Loyo di 1,38—Sinyal “Rising Wedge” Siap Bikin Kejutan?
GBP/USD turun tipis setelah naik empat hari beruntun, dan bergerak di sekitar 1,3800 pada sesi Asia hari Jumat. Dari grafik harian, harga terlihat mulai “ngumpet” dalam rentang yang makin sempit. Pola ini sering disebut rising wedge dan biasanya jadi tanda pembeli mulai kehabisan tenaga, sehingga risiko pembalikan turun ikut meningkat.
Walau begitu, tren naik belum benar-benar patah. GBP/USD masih bertahan di atas EMA 9 hari dan EMA 50 hari, yang artinya bias bullish masih ada. Selama harga tetap menghormati EMA jangka pendek yang naik, penurunan biasanya masih bisa tertahan. Namun pasar mulai hati-hati karena indikator RSI 14 hari ada di 73,95 (area overbought). RSI memang turun dari 78,53, tapi masih tinggi—ini sinyal momentum masih positif, tapi rawan konsolidasi atau koreksi.
Untuk level penting, resistensi terdekat ada di 1.3869 (tertinggi sejak September 2021) lalu area 1.3900 di dekat batas atas wedge. Kalau tembus dan bertahan, ruang naik bisa terbuka lagi menuju 1.4248. Sebaliknya, support awal ada di EMA 9 hari sekitar 1.3626, lalu area 1.3570 (batas bawah wedge). Kalau harga jatuh menembus wedge, bias bisa berubah bearish dan membuka jalan ke EMA 50 hari di 1.3445. (az)
Sumber: Newsmaker.id