EUR/USD turun karena optimisme pasar obligasi lebih besar
EUR/USD melanjutkan penurunannya untuk hari kedua berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,1310 selama jam Asia pada hari Rabu.
Pasangan mata uang ini terdepresiasi karena Dolar AS (USD) mendapat dukungan dan karena imbal hasil AS terdepresiasi menyusul indikasi Jepang tentang potensi pemotongan penerbitan utang pemerintah, yang telah mendorong pasar obligasi global. Pada saat penulisan, imbal hasil 10 dan 30 tahun pada obligasi Treasury AS masing-masing berada pada 4,46% dan 4,97%.
Selain itu, Greenback mendapat dukungan karena Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board naik menjadi 98,0 pada bulan Mei dari pembacaan sebelumnya 86,0.
Sementara itu, Pesanan Barang Tahan Lama AS turun 6,3% pada bulan April dibandingkan kenaikan 7,6% sebelumnya. Angka ini lebih baik dari perkiraan penurunan sebesar 7,9%. Para pedagang kemungkinan menunggu Risalah FOMC, yang akan dirilis pada hari Rabu.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menekankan pentingnya ekspektasi inflasi harus dijangkarkan dengan baik. Williams ingin menghindari inflasi menjadi sangat persisten karena hal itu dapat menjadi permanen dengan merespons secara relatif kuat ketika inflasi mulai menyimpang dari target.
Pada hari Selasa, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa para pembuat kebijakan harus menghindari penyesuaian apa pun dalam suku bunga hingga mencapai estimasi yang jelas tentang dampak pada inflasi karena inflasi yang lebih tinggi
Namun, Euro yang sensitif terhadap risiko (EUR) memperoleh dukungan karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) mereda. Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump memperpanjang batas waktu tarif impor dari UE dari 1 Juni hingga 9 Juli. Pada hari Senin, Brussels setuju untuk mempercepat pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat untuk menghindari perang dagang transatlantik.
Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump menyatakan kepuasannya dalam sebuah posting di Truth Social, dengan mencatat bahwa UE sedang mempercepat proses menuju tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Trump menulis, "Saya sangat puas dengan alokasi Tarif 50% untuk Uni Eropa, terutama karena mereka 'berjalan lambat'. Saya baru saja diberi tahu bahwa UE telah meminta untuk segera menetapkan tanggal pertemuan. Ini adalah peristiwa yang positif, dan saya berharap mereka akan melakukannya.(cp)
Sumber: Fxstreet