Euro Dekati Level Tertinggi, Bisa Lanjut Naik?
Euro bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (10/8). EUR/USD berada di sekitar 1,1560 dan masih mempertahankan kenaikan setelah dolar tertekan oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Sentimen euro juga mendapat dukungan dari membaiknya kepercayaan investor di zona euro. Indeks Sentix naik menjadi 0,9 pada Agustus, masuk ke wilayah positif untuk pertama kalinya sejak Februari. Angka tersebut membaik tajam dari -3,1 pada Juli dan -13,4 pada Juni.
Perbaikan terbesar terlihat pada penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini. Ekspektasi terhadap ekonomi Jerman juga meningkat ke level tertinggi sejak Februari, menunjukkan bahwa investor mulai melihat pemulihan ekonomi Eropa dengan lebih optimistis.
Di sisi lain, dolar AS masih tertekan setelah laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan pasar tenaga kerja Amerika melemah. Data tersebut membuat investor mengurangi perkiraan bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunga.
Namun, kenaikan harga minyak tetap menjadi risiko bagi euro. Ketidakpastian di Selat Hormuz membuat harga energi bertahan tinggi dan dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi serta biaya ekonomi di kawasan Eropa.
Analisis Newsmaker: EUR/USD masih mendapat dukungan dari pelemahan dolar dan membaiknya sentimen ekonomi Eropa. Namun, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi AS. CPI yang melandai dapat membuka peluang euro melanjutkan penguatan, sedangkan inflasi yang tinggi berpotensi menghidupkan kembali dolar dan menekan EUR/USD.(arl)
Sumber: Newsmaker.id