EUR/USD Bertahan Dekat Level Tertinggi
Newsmaker.id - EUR/USD bertahan menguat pada perdagangan Asia Kamis pagi, 16 Juli 2026. Euro diperdagangkan di sekitar US$1,1465–US$1,1468, tidak jauh dari level tertinggi dalam hampir satu bulan, setelah pelemahan dolar Amerika Serikat memberikan ruang bagi mata uang tunggal Eropa untuk melanjutkan pemulihan.
Tekanan terhadap dolar meningkat setelah indeks harga produsen AS turun 0,3% pada Juni, menyusul data inflasi konsumen yang juga lebih rendah dari perkiraan. Rangkaian data tersebut memangkas peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli menjadi sekitar 10%, dari 45% pada awal pekan, sehingga mengurangi daya tarik dolar dan menopang EUR/USD.
Euro juga didukung ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa masih dapat melanjutkan pengetatan kebijakan. Pasar memperhitungkan kenaikan suku bunga ECB pada September setelah bank sentral tersebut menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Juni. Namun, sejumlah pejabat ECB tetap berhati-hati karena belum terlihat bukti kuat bahwa kenaikan harga energi telah menyebar luas ke perekonomian.
Meski demikian, penguatan EUR/USD berpotensi terbatas akibat meningkatnya konflik Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minyak Brent mendekati US$85 per barel. Kenaikan energi dapat membebani prospek ekonomi zona euro sekaligus mendukung dolar sebagai aset aman. Investor selanjutnya menantikan data penjualan ritel AS untuk memperoleh petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed.
(CP)