Bitcoin Ambles, Sentimen Crypto Kena Double Hit
Bitcoin merosot tajam pada Jumat (5/6) dan bertahan dekat area terendah beberapa bulan, di tengah kombinasi tekanan geopolitik dan arus keluar institusional yang belum mereda. Pada perdagangan terbaru, BTC berada di sekitar US$60.517 setelah turun sekitar 5,3% pada hari itu, dengan rentang intraday US$60.093–US$64.038.
Sentimen kripto masih dibebani arus keluar dari ETF spot Bitcoin yang berlanjut beberapa pekan terakhir, seiring investor memilih menepi dari aset spekulatif ketika ketidakpastian perang AS–Iran kembali meningkat. Narasi risk-off juga diperkuat oleh sinyal bahwa jalur negosiasi belum mulus, sehingga pasar global cenderung memarkir dana di instrumen yang dianggap lebih defensif dibanding aset tanpa imbal hasil seperti kripto.
Dari sisi korporasi, pengungkapan bahwa pemegang Bitcoin korporasi besar Strategy melakukan penjualan sebagian kepemilikan minggu ini menjadi tekanan tambahan—meski nilainya kecil, langkah itu dianggap simbolik dan memicu pertanyaan soal ketahanan strategi treasury yang sangat bergantung pada tren kenaikan harga. Pada saat yang sama, rotasi tema investasi ke sektor AI ikut mengalihkan atensi dan likuiditas dari kripto.
Sisi makro turut memperberat. Data ketenagakerjaan AS yang kuat (sesuai narasi yang Anda berikan) menjaga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, dan pasar kembali memberi bobot lebih besar pada skenario kebijakan moneter yang ketat. Dalam konfigurasi seperti ini, aset berisiko dan non-yielding umumnya kehilangan daya tarik karena biaya peluang (opportunity cost) meningkat.
Tekanan meluas ke aset kripto utama lain. ETH berada di sekitar US$1.584 dan turun sekitar 10,8% pada hari itu, dengan rentang intraday US$1.575–US$1.782. Dengan sentimen institusional yang masih negatif dan volatilitas headline geopolitik yang tinggi, pasar kripto cenderung tetap rapuh sampai ada dua pemicu yang jelas: arus dana yang kembali stabil (ETF/korporasi) dan meredanya risk-off global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id