Iran Tutup Pintu Pertemuan, Negosiasi Masuk Mode Tarik-Ulur
Peluang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei “tidak akan terjadi,” kata Mohsen Rezaei, penasihat militer Khamenei, kepada CNN pada Jumat (5/6). Pernyataan ini memberi sinyal bahwa kanal diplomasi tingkat tertinggi masih tertutup, meski Washington sebelumnya sempat membuka wacana pertemuan jika kesepakatan damai tercapai.
Rezaei menegaskan kesepakatan damai bergantung pada kesediaan AS untuk melepas US$24 miliar aset Iran yang dibekukan. Ia menyebut “bola ada di tangan Trump,” menempatkan tekanan pada Washington untuk membuat konsesi finansial sebagai syarat utama kemajuan negosiasi.
Dalam wawancara itu, Rezaei juga tidak menjawab pertanyaan terkait kondisi kesehatan Khamenei dan sejauh mana perannya dalam pengambilan keputusan, menurut CNN. Ketidakjelasan ini menambah lapisan ketidakpastian di tengah negosiasi yang sudah beberapa kali tersendat.
Dampak pasar: headline ini cenderung menjaga premi risiko karena mempertegas titik sengketa (pembekuan aset) dan memperkecil ekspektasi terobosan cepat. Itu biasanya menopang minyak lewat risiko pasokan, menjaga dolar relatif kuat sebagai safe haven, sementara emas bisa mendapat dukungan dari risk premium tetapi tetap sensitif pada arah yield/suku bunga AS. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id