Bitcoin Tertahan di US$81K, Ketegangan Iran Tekan Reli Kripto
Bitcoin bergerak terbatas pada perdagangan Senin (11/55), diperdagangkan di level US$81.009 atau naik tipis sekitar 0,1%, setelah sempat menyentuh area US$82.000 pada akhir pekan. Penguatan tersebut terpangkas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang menahan sentimen risiko pasar.
Tekanan muncul setelah Presiden Donald Trump menyebut respons Iran terhadap proposal perdamaian 14 poin sebagai “sepenuhnya tidak dapat diterima.” Tehran menolak permintaan AS untuk membongkar program nuklirnya dan meminta pencabutan blokade laut sebelum kesepakatan dapat dinegosiasikan. Ketidakpastian ini membatasi reli aset berisiko, termasuk kripto.
Di sisi lain, pasar juga berhati-hati menjelang rilis data inflasi utama AS pekan ini serta pertemuan tingkat tinggi antara AS dan China. Investor menunggu sinyal arah kebijakan moneter berikutnya yang dapat memengaruhi likuiditas global dan selera risiko.
Dari sisi regulasi, Senat AS bersiap membahas Clarity Act, rancangan undang-undang yang bertujuan membangun kerangka regulasi kripto di AS. Komite Perbankan Senat dijadwalkan menggelar pembahasan penting, dengan kompromi terbaru terkait aturan imbal hasil stablecoin yang dinilai dapat membuka jalan bagi kemajuan legislasi tersebut.
Kripto utama lainnya bergerak bervariasi. Ether melemah sekitar 0,3% ke US$2.322, sementara XRP menguat sekitar 2% ke US$1,459. BNB, Solana, dan Cardano naik di kisaran 0,5% hingga 2,5%. Di segmen memecoin, Dogecoin menguat sekitar 1,4%, sedangkan token $TRUMP terkoreksi sekitar 2,4%.
Secara keseluruhan, pasar kripto menunjukkan ketahanan moderat, namun reli lebih lanjut masih dibatasi oleh ketidakpastian geopolitik dan arah regulasi di Amerika Serikat.(Arl)
Sumber: Newsmaker.id