• Mon, Jun 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 June 2026 16:14  |

Silver Rebound, Inflasi Energi Mulai Mereda

Harga perak (XAG/USD) menguat pada perdagangan sesi Eropa, Senin (22/6), setelah melemah dalam tiga sesi sebelumnya. Silver bergerak di sekitar level US$66 per troy ounce, didukung membaiknya sentimen pasar setelah muncul perkembangan positif dari pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss. Kenaikan ini menunjukkan adanya minat beli baru pada logam mulia, meskipun tekanan dari kebijakan moneter Amerika Serikat masih membayangi pergerakan harga.

Dari sisi fundamental, mediator Qatar dan Pakistan menyatakan bahwa Washington dan Tehran telah menyepakati peta jalan formal menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari ke depan. Perkembangan ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, terutama setelah sebelumnya pasar sempat cemas terhadap risiko konflik di Timur Tengah dan ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Penurunan harga minyak setelah kabar tersebut juga ikut menekan kekhawatiran inflasi, sehingga memberi ruang bagi silver untuk pulih.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut bahwa kemajuan diplomasi membawa sejumlah konsesi penting bagi negaranya. Di antaranya adalah keringanan ekspor minyak dan petrokimia, pelepasan sebagian aset keuangan Iran yang dibekukan, serta peluncuran rencana rekonstruksi dan pembangunan domestik. Jika kesepakatan ini berlanjut, tekanan inflasi dari sektor energi berpotensi mereda, yang secara tidak langsung dapat mendukung permintaan terhadap aset logam mulia.

Meski demikian, penguatan silver masih belum sepenuhnya bebas hambatan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan melakukan serangan langsung ke Iran apabila serangan proksi terhadap Israel terus berlanjut. Ancaman tersebut membuat prospek damai tetap rapuh dan dapat kembali meningkatkan volatilitas pasar. Di sisi lain, silver yang tidak memberikan imbal hasil juga masih menghadapi tekanan dari sikap hawkish The Fed, setelah sejumlah pejabat bank sentral AS membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan silver dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu keberlanjutan proses damai AS-Iran dan arah ekspektasi suku bunga The Fed. Jika ketegangan Timur Tengah mereda dan harga minyak terus turun, silver berpeluang mempertahankan pemulihan. Namun, apabila dolar AS kembali menguat akibat ekspektasi suku bunga tinggi, kenaikan silver bisa kembali tertahan di area resistensi terdekat.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai