Perak Stabil, Sinyal Fed Batasi Kenaikan
Harga perak bergerak stabil di sesi Eropa Kamis (17/6) setelah terkoreksi hampir 3% pada perdagangan sebelumnya. XAG/USD berada di sekitar $68,2 sampai $68,5 per ons, dengan rentang harian di kisaran $67,87 sampai $69,85, seiring pasar menimbang dampak sinyal hawkish Federal Reserve dan perkembangan kesepakatan AS-Iran.
Tekanan utama bagi perak datang dari prospek suku bunga AS. The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi memberi sinyal bahwa kenaikan masih mungkin terjadi tahun ini karena inflasi tetap berada di atas target. Sembilan dari 19 pembuat kebijakan Fed melihat perlunya kenaikan suku bunga tahun ini, sementara peluang kenaikan pada Desember naik menjadi sekitar 84%.
Sebagai aset non-yielding, perak cenderung tertekan ketika ekspektasi suku bunga dan dolar AS menguat. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia, sementara dolar yang kuat membuat perak lebih mahal bagi investor dengan mata uang lain. Kondisi ini membuat pemulihan perak setelah koreksi tajam masih terbatas.
Dari sisi geopolitik, AS dan Iran telah menandatangani kesepakatan sementara yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelonggaran sanksi minyak Iran. Perkembangan ini menekan harga minyak karena pasar mengantisipasi tambahan pasokan, sehingga membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi dari sisi energi. Namun, implementasi pembukaan Hormuz masih menjadi faktor yang perlu dipantau.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah dolar AS, yield Treasury, harga minyak, dan bukti nyata normalisasi arus energi melalui Hormuz. Selama The Fed tetap bernada hawkish, kenaikan perak berpotensi tertahan meski penurunan minyak memberi dukungan dari sisi ekspektasi inflasi.(arl)
Sumber : Newsmaker.id