Perak Ngegas Lagi, Safe Haven Jadi Magnet
Harga perak melompat dan merapat ke area 113,50 pada sesi Asia hari Rabu. Kenaikan hariannya sekitar 1,3%, menandakan minat beli belum habis. Dorongan utamanya datang dari sentimen “cari aman” yang lagi kencang.
Pasar lebih sensitif sama risiko ekonomi dan geopolitik. Pada saat yang sama, ekspektasi suku bunga AS jadi ikut bensin tambahan. Kombinasi ini biasanya membuat logam mulia makin dilirik, termasuk perak.
Dolar AS juga lagi goyah. Setelah Trump mengatakan “dolar baik-baik saja”, indeks dolar justru sempat melemah lebih dalam dan menyentuh level terendah sejak awal 2022. Dolar yang melemah membuat komoditas berdenominasi USD, seperti perak, terasa lebih “murah” buat pembeli global.
Fokus besar berikutnya adalah keputusan suku bunga The Fed. Pasar luas memperkirakan suku bunga ditahan, setelah tiga kali pemangkasan pada akhir tahun 2025. Namun yang lebih penting adalah nada konferensi pers: investor akan mencari petunjuk arah ekonomi dan jalur suku bunga ke depan.
Isu independensi The Fed juga ikut membuat pasar defensif. Trump disebut akan segera mengumumkan kandidat ketua Fed berikutnya saat masa jabatan Powell berakhir Mei, dan bursa prediksi menempatkan Rick Rieder sebagai salah satu kandidat terdepan. Ketidakpastian semacam ini sering membuat permintaan safe haven semakin tebal.
Meski begitu, analis mengingatkan risiko koreksi tetap ada. Setelah reli sangat tajam dalam setahun terakhir, profit-taking bisa muncul kapan saja. Perak masih kuat, tapi volatilitasnya juga siap “nendang” jika sentimen berubah dengan cepat.(asd)
Sumber : Newsmaker.id