Minyak Turun, Risiko Rusia Kalah oleh Prospek Surplus
Harga minyak melemah untuk hari ketiga, terseret ekspektasi surplus pasokan global yang besar tahun depan. Brent bergerak dekat $67/barel di London, dengan pasar menilai pemulihan produksi OPEC+ dan kenaikan output pesaing dapat menimbun stok, menahan harga dalam rentang sempit.
Kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia memang memberi penopang terbatas. Serangan Ukraina ke infrastruktur energi—termasuk dua kilang pada Kamis—telah menekan kapasitas pengolahan Rusia ke bawah 5 juta bph, terendah sejak April 2022 (estimasi JPMorgan). Namun, narasi surplus ke depan tetap dominan sehingga reli cepat mudah meredup.
Dari sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump terus menekan aliran minyak Rusia, termasuk tarif 50% pada barang India untuk menghukum pembelian minyak Moskow. Meski begitu, kilang India disebut belum berencana menghentikan impor Rusia, sehingga dampak kebijakan ke arus fisik masih terbatas.
Kesimpulannya, pasar melihat tarik-menarik antara risiko geopolitik yang mendukung harga dan prospek kelebihan pasokan yang menekan. Selama permintaan global belum menunjukkan percepatan, harga minyak berpotensi range-bound dengan headline Rusia–Ukraina sebagai pemicu volatilitas jangka pendek.
Poin inti:
Brent dekat $67; sentimen dibayangi surplus 2026.
Serangan Ukraina tekan pengolahan Rusia < 5 juta bph, tapi efek harga terbatas.
Tekanan AS ke aliran minyak Rusia berlanjut; India tetap beli.
Pasar terjebak antara risiko geopolitik vs surplus harga rentang sempit.(ads)
Sumber: Trading Economics.com