Kekhawatiran Ekonomi AS Lamapui Efek Cut Rate, Minyak Ditutup Melemah
Harga minyak melemah pada Kamis (18/9), yang ditutup lebih rendah karena para pedagang tetap cemas terhadap prospek ekonomi AS sehari setelah Federal Reserve memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini.
Kontrak berjangka Brent turun 51 sen, atau 0,8%, menjadi $67,44. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 48 sen, atau 0,8%, menjadi $63,57.
The Fed pada Rabu memangkas suku bunga kebijakan sebesar seperempat poin persentase dan mengindikasikan akan menurunkan biaya pinjaman secara bertahap sepanjang sisa tahun ini, menanggapi tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan permintaan minyak dan mendorong harga lebih tinggi.
“Mereka melakukan ini sekarang karena jelas ekonomi sedang melambat,” kata Jorge Montepeque, Managing Director Onyx Capital Group. “Federal Reserve sedang berupaya memulihkan pertumbuhan.”
Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran turun pekan lalu, membalik lonjakan pada pekan sebelumnya, namun pasar tenaga kerja telah melunak karena permintaan dan pasokan tenaga kerja sama-sama menyusut.
Pembangunan rumah keluarga tunggal di AS anjlok ke level terendah hampir 2,5 tahun pada Agustus di tengah penumpukan stok rumah baru yang belum terjual, mengisyaratkan pasar perumahan bisa tetap menjadi angin sakal bagi ekonomi.
Kelebihan pasokan yang terus berlanjut dan lemahnya permintaan bahan bakar di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia juga menekan pasar.
Stok minyak mentah AS turun tajam pekan lalu seiring impor bersih merosot ke rekor terendah sementara ekspor melonjak mendekati level tertinggi dalam hampir dua tahun, menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA) pada Rabu.
Namun, persediaan distilat di AS justru naik 4 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi pasar kenaikan 1 juta barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan di konsumen minyak terbesar dunia dan menekan harga.
Di Rusia yang merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua pada 2024 setelah AS—Kementerian Keuangan mengumumkan langkah baru untuk melindungi anggaran negara dari fluktuasi harga minyak dan sanksi Barat yang menargetkan ekspor energi Rusia.
Sementara Ukraina mengatakan drone mereka menyerang kompleks pemrosesan minyak dan petrokimia besar serta sebuah kilang di Rusia, bagian dari kampanye yang makin intens untuk mengganggu sektor minyak dan gas Moskow.
Sumber: Reuters