Stok Minyak Seret, Pasar Waspada
Persediaan minyak mentah AS turun tajam 9,3 juta barel ke 415,4 juta barel pada pekan yang berakhir 12 September, jauh lebih besar dari ekspektasi penurunan 857 ribu barel. Harga sempat menguat sesaat setelah rilis, tapi kemudian memangkas kenaikan: Brent diperdagangkan di $68,23 (-$0,24) dan WTI di $64,24 (-$0,28) sekitar 10:36 a.m. EDT.
Di sisi operasional kilang, throughput turun 394 ribu barel per hari, dengan tingkat utilisasi merosot 1,6 poin menjadi 93,3%. Penurunan ini turut menekan ketersediaan bahan baku untuk produk BBM.
Untuk produk, bensin turun 2,3 juta barel ke 217,6 juta barel (berlawanan dengan perkiraan naik 100 ribu barel). Sebaliknya, distilat (termasuk diesel & heating oil) naik 4 juta barel ke 124,7 juta barel, lebih tinggi dari proyeksi kenaikan 1 juta barel.
Impor bersih minyak mentah AS juga menyusut 3,11 juta barel per hari. Secara keseluruhan, kombinasi draw besar pada crude & bensin yang biasanya mendukung harga tertahan oleh kenaikan distilat dan sinyal operasional kilang yang melemah, sehingga pergerakan harga tetap hati-hati.
Poin Penting:
Crude: -9,3 juta bbl → 415,4 juta bbl (draw jauh di atas ekspektasi)
Gasoline: -2,3 juta bbl → 217,6 juta bbl (vs ekspektasi +0,1 juta bbl)
Distillate: +4,0 juta bbl → 124,7 juta bbl (vs ekspektasi +1,0 juta bbl)
Refinery runs: -394 ribu bph; utilisasi: 93,3% (-1,6 ppt)
Impor bersih crude AS: turun 3,11 juta bph
Harga saat rilis: Brent $68,23; WTI $63,96 (keduanya -0,7% sekitar jam laporan)(ayu)
Sumber: Newsmaker.id