• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 September 2025 02:47  |

Pasca Serangan Drone Ukraina Minyak Ditutup Naik 1% Lebih

Harga minyak naik lebih dari satu dolar per barel pada Selasa (16/9), saat pelaku pasar terus mempertimbangkan kemungkinan pasokan Rusia terganggu oleh serangan drone Ukraina terhadap pelabuhan dan kilangnya, serta menanti keputusan Federal Reserve terkait suku bunga AS.

Kontrak berjangka Brent ditutup naik $1,03 atau 1,5% ke $68,47 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik $1,22 atau 1,9% menjadi $64,52 per barel.

Monopoli pipa minyak Rusia, Transneft, yang telah memperingatkan para produsen bahwa mereka mungkin harus memangkas output menyusul serangan drone Ukraina terhadap pelabuhan ekspor dan kilang penting, kata tiga sumber industri.

Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir, mengganggu operasi di terminal minyak utama Rusia di barat, Primorsk, pekan lalu ketika pembicaraan untuk mengakhiri konflik mereka menemui jalan buntu.

“Serangan terhadap terminal ekspor seperti Primorsk lebih ditujukan untuk membatasi kemampuan Rusia menjual minyaknya ke luar negeri, sehingga berdampak pada pasar ekspor,” kata para analis JP Morgan.

“Yang lebih penting, serangan itu menunjukkan semakin besarnya kemauan untuk mengganggu pasar minyak internasional, yang berpotensi menambah tekanan kenaikan pada harga minyak,”.

Goldman Sachs memperkirakan serangan Ukraina telah menonaktifkan sekitar 300.000 barel per hari (bph) kapasitas pengilangan Rusia pada Agustus dan sejauh ini pada bulan ini.

Kontrak berjangka solar AS terakhir naik 2,5%, melampaui kenaikan WTI dan bensin berjangka AS. Situasi di Rusia bisa membuat pasar solar AS semakin ketat, kata analis StoneX Energy, Alex Hodes.

“Jika kilang-kilang Rusia mengalami kerusakan besar, hal itu dapat meningkatkan permintaan terhadap ekspor solar AS ujar Hodes.

Pertemuan Federal Reserve AS pada 16–17 September juga menjadi perhatian investor. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga, yang semestinya mendorong perekonomian dan meningkatkan permintaan bahan bakar. Meski begitu, para analis tetap berhati-hati terhadap kesehatan ekonomi AS.

Pasar juga memperkirakan kemungkinan penurunan persediaan minyak mentah di AS pada pekan lalu, dengan data resmi diharapkan pada Rabu pukul 14.30 GMT.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai