• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 September 2025 03:15  |

Minyak Ditutup Naik Diatas $1 ditengah Ketegangan Global

Harga minyak ditutup lebih tinggi pada Rabu (10/9, yang naik lebih dari $1 per barel karena investor mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan setelah Polandia menembak jatuh drone di wilayah udaranya dan AS mendorong sanksi baru bagi pembeli minyak Rusia, sehari setelah serangan Israel di Qatar. Namun, laporan kenaikan persediaan minyak AS membatasi penguatan lebih lanjut.

Kontrak berjangka Brent ditutup naik $1,10 (1,7%) ke $67,49/barel, sementara WTI AS menguat $1,04 (1,7%) ke $63,67/barel. Ketegangan geopolitik meningkat ketika Polandia menembak jatuh drone saat serangan Rusia di Ukraina barat—menandai tembakan pertama oleh anggota NATO dalam perang tersebut.

Pada Selasa, harga ditutup naik 0,6% setelah Israel menyatakan telah menyerang pimpinan Hamas di Doha. Kedua acuan sempat melonjak hampir 2% sesaat setelah kabar itu, namun kemudian memangkas sebagian besar kenaikannya. Kendati demikian, belum ada ancaman langsung terhadap pasokan minyak.

Analis SEB menilai “awan gelap surplus” masih membayangi pasar, dengan Brent diperdagangkan dua dolar lebih rendah dibanding Selasa pekan lalu, dan premi risiko geopolitik jarang bertahan lama kecuali terjadi gangguan pasokan nyata. Presiden AS Donald Trump mendorong Uni Eropa menerapkan tarif 100% pada China dan India—pembeli utama minyak Rusia—sebagai strategi menekan Moskow agar masuk perundingan damai.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan blok tersebut mempertimbangkan percepatan pengurangan ketergantungan pada energi fosil Rusia, meski sumber UE menilai kecil kemungkinan tarif “mematikan” terhadap India atau China. Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada 16–17 September, yang berpotensi mendongkrak aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

Sementara itu, EIA melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 3,9 juta barel pada pekan yang berakhir 5 September—berlawanan dengan ekspektasi penurunan 1 juta barel—dengan bensin naik 1,5 juta barel dan distilat naik 4,7 juta barel, sinyal bearish untuk prospek pasokan jangka pendek.

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai