• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 September 2025 02:37  |

Minyak Naik Usai Serangan Israel Bangkitkan Risiko Timur Tengah

Harga minyak dunia menguat pada Selasa (9/9) pasca Israel melancarkan serangan di Doha, Qatar, yang menyasar pimpinan senior Hamas.

Peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran atas stabilitas kawasan Timur Tengah, yang menjadi sumber sekitar sepertiga pasokan minyak global.

West Texas Intermediate (WTI) naik 0,6% dan ditutup di $62,63 per barel di New York, sementara minyak Brent untuk kontrak November menguat 0,6% menjadi $66,39 per barel.

Serangan ini menandai kali pertama Israel menyerang Doha sejak konflik hampir dua tahun terakhir yang terus mengguncang pasar energi global. Meskipun target utama, termasuk Khalil al-Hayya, dilaporkan selamat, insiden ini berpotensi menggagalkan upaya AS untuk menengahi kesepakatan damai Israel–Hamas. Qatar sendiri selama ini memainkan peran penting sebagai mediator, meski juga menuai kritik dari Israel dan AS karena menampung biro politik Hamas.

Namun, respons pasar minyak terbilang terbatas. Analis menilai, harga minyak cenderung tidak bereaksi kuat terhadap konflik regional kecuali jika eskalasi langsung mengancam infrastruktur atau jalur distribusi minyak. Meski begitu, dampak jangka panjang bisa dirasakan, terutama terkait posisi Israel dalam kerja sama energi regional.

Di saat yang sama, Ukraina melanjutkan serangan drone ke infrastruktur energi Rusia, menekan tingkat produksi kilang di sana. Sementara itu, fokus pasar juga sempat bergeser ke rencana OPEC yang ingin mengembalikan produksi lebih cepat dari perkiraan, memicu kekhawatiran surplus pasokan.

Sementara Bart Melek, Head of Commodity Strategy di TD Securities, memperkirakan harga WTI bisa kembali turun ke kisaran atas $50 dalam beberapa bulan ke depan jika selera risiko investor mereda dan produksi shale AS meningkat lebih tinggi dari ekspektasi.

Sejauh ini, minyak mentah masih turun sekitar 13% sepanjang tahun, dengan harga bergerak di rentang $62–$66 per barel selama sebulan terakhir.(yds)

Sumber: Bloomberg

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai