OPEC+ Nambah Tipis, Harga Bisa Rebound?
Harga minyak menguat setelah melemah sepekan, menyusul keputusan OPEC+ pada Minggu untuk meningkatkan produksi secara moderat pada Oktober. Brent merayap menuju $66/barel dan WTI diperdagangkan dekat $62, mencerminkan kehati-hatian kartel di tengah risiko kelebihan pasokan. Kenaikan ini menandai dimulainya pengembalian pemangkasan yang sebelumnya dijadwalkan bertahan hingga akhir 2026.
Ekspektasi kenaikan pasokan sudah menekan Brent -3,8% pekan lalu, sehingga penurunan di awal pekan ini terbatas. OPEC+ akan menambah 137.000 bph pada Oktober—lebih kecil dari dua bulan sebelumnya. Namun bayang-bayang surplus tetap ada: IEA memperkirakan kelebihan pasokan bisa mencapai rekor tahun depan, sementara Goldman Sachs memproyeksikan Brent turun ke kisaran low-$50s. Secara tahun berjalan, Brent sudah turun >10%, ditambah dampak tarif dagang AS pada prospek permintaan energi.
Menurut Chris Weston (Pepperstone), “minimnya tekanan jual” saat pembukaan menandakan pasar sudah mendiskon keputusan OPEC+ terlebih dahulu, dengan $65 sebagai “batas bawah” teknikal Brent. OPEC+ juga menegaskan setiap penambahan akan bergantung pada kondisi pasar dan dapat dibalik jika diperlukan. Meski pengembalian barel mengagetkan sebagian pelaku, harga relatif masih bertahan.
Ke depan, pasar memantau apakah kuota lebih tinggi akan benar-benar menjadi ekspor. Sejumlah anggota seperti Kazakhstan ditekan untuk mengompensasi kelebihan pasokan sebelumnya dan berpotensi menunda kenaikan output, sementara beberapa produsen lain kekurangan kapasitas cadangan. Vandana Hari (Vanda Insights) menilai kenaikan Oktober yang kecil membuat aksi jual pekan lalu terkesan berlebihan, sehingga ruang pembelian muncul kembali.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id