Minyak Turun Jelang Pertemuan OPEC+
Harga minyak melemah pada Kamis karena kekhawatiran OPEC+ akan kembali meningkatkan pasokan pada pertemuan akhir pekan ini. West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 1% ke level US$63 per barel, memperpanjang pelemahan setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan menambah kekhawatiran akan turunnya permintaan.
Penurunan harga semakin dalam setelah laporan bahwa OPEC+ tengah mempertimbangkan kenaikan produksi baru. Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengatakan aliansi tersebut akan menilai “situasi secara keseluruhan” sebelum mengambil keputusan, sementara beberapa delegasi menyebutkan keputusan akhir belum dibuat. Perdagangan algoritmik juga mempercepat pelemahan, dengan analis memperkirakan penjualan besar-besaran dari trader komoditas otomatis.
Data persediaan minyak di AS turut menekan harga. Estimasi industri menunjukkan stok minyak di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, naik 2,1 juta barel pekan lalu, yang bisa menjadi peningkatan terbesar sejak Maret jika dikonfirmasi oleh data resmi. Kenaikan stok ini memperkuat kekhawatiran pasar akan kelebihan pasokan global.
Sepanjang tahun ini, minyak AS sudah merosot lebih dari 10% seiring OPEC+ secara agresif menaikkan target produksi untuk merebut pangsa pasar, sementara produsen di luar aliansi juga meningkatkan pasokan. Di saat yang sama, ketidakpastian permintaan membesar akibat kebijakan tarif perdagangan AS. Pada perdagangan Kamis siang waktu New York, WTI kontrak Oktober turun 1,2% ke US$63,23 per barel, sedangkan Brent kontrak November melemah 1,2% ke US$66,80 per barel.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id